Feeds:
Tulisan
Komentar

Salah satu bahasan penting dan mendesak untuk saya pelajari adalah mengenai masalah pentanahan. Pada seri ini, saya membahas mengenai pentanahan untuk peralatan elektronik yang lebih mengarah kepada instalasi. Untuk pentanahan pengaman / proteksi sistem tenaga, akan saya bahas dalam topik khusus lainnya.

Pembahasan ini mengacu pada dua buah referensi yang saya baca yaitu IEEE Std 1100™-2005 (IEEE Recommended Practice for Powering and Grounding Electronic Equipment) / IEEE Emerald Book™ dan Electrical Installation Design.

Pembahasan ini timbul karena saat ini di tempat saya bekerja sedang ribut-ribut dan sibuk membahas tentang pentanahan. Oh iya tolong dicatat, dalam pembahasan ini status saya adalah orang yang lagi belajar, jadi jika ada yang mau ngasih komentar atau masukan, saya akan menerima dengan senang hati.

Kaspo thok !

Kaspo thok !

Sudjak pamitan ambek bojone kate tuku rokok sedhiluk.
Mari tuku rokok, dhadhak Sudjak kepethuk bekas pacare biyen.
Gak keroso enak-enak sir siran dhadhak wis jam rolas bengi.

“Waduh blaen iki, isok mencak-mencak bojoku. Aku njaluk wedhakmu sithik.” jare Sudjak ndhik bekas pacare.

Mari njaluk wedhak, Sudjak pamitan mulih.

“Ndhik endhi ae peno iku Cak, tuku rokok nang Hongkong tah ?” bojone mulai purik.
“Ngene lho dhik, mari tuku rokok aku pethuk cewek ayu terus dijak sir siran sampek lali mulih” jare Sudjak.
“Cak.. cak.. modelmu ae athik sir siran barang.. sik ndhelok tanganmu !!!” jare bojone Sudjak.

Pas didhelok, tangane Sudjak putih kabeh.

“Kaspo thok . .!!! Mene sampek konangan karambol maneh awas kon yo !!!” jare bojone Sudjak.

Yuyu

Y u y u

Sore-sore Wonokairun dijak ngobrol ambek Bunali.

“Mbah. Jare arek-arek sampeyan wis rabi ping telu. Yo tah ? ” takok Bunali.
“Yo bener. Tapi bojoku wis tebhal kabeh. ” jare Wonokairun.
“Lho kok isok ?” jare Bunali.
“Sing pertama mati nguntal yuyu. ” jare Wonokairun
“Lha sing kelóró ?” takok Bunali
“Sing kelóró mati nguntal yuyu. ” jare Wonokairun.
“Lha sing ketelu yo nguntal yuyu pisan ” jare Bunalu kemeruh.
“Gak. Matine mergo tak gibheng.” jare Wonokairun.
“Lho opoko ?” takok Bunali.
“Soale gak gelem nguntal yuyu . . .”

Power System Engineering merupakan salah satu cabang keilmuan dari Electrical Engineering (Teknik Elektro). Power System Engineering mempelajari tentang awal pembangkitan energi listrik sampai ke pendistribusiannya. Dalam perkembangannya, Power System Engineering terbagi lagi menjadi beberapa konsentrasi / keahlian, yaitu :

  1. Power Engineering (PES)
  2. Power Electronics (PELS)

Power Engineering lebih dikhususkan pada transmission (transmisi), distribution (distribusi), protection (proteksi) sedangkan Power Electronics lebih kepada electrical machinery (mesin listrik), drives (pengemudian), dan control (kontrol).

Ketika kita mengikuti pengerjaan sebuah project, kita terlibat dalam sebuah tim. Tim terbagi menjadi System Engineer dan Project Engineer. Tim ini dipimpin oleh seorang Project Manager dan seorang Lead Engineer. Dalam training kali ini saya terlibat sebagai Project Engineer yang menangani hardware DCS. Sebagai seorang Project Engineer, saya diajari pemahaman alur dari pengerjaan suatu proyek, pembuatan spesifikasi hardware dan tahap lain yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Jika suatu Vendor mendapatkan suatu project dari Customer (EPC atau End User) melalui penawaran Sales Engineering, maka proyek dilimpahkan ke tim. Kemudian hasil dari penawaran sales dirapatkan secara internal untuk mengetahui detail yang ditawarkan sales ke customer dan perencanaan implementasi di lapangan. Kemudian tim melakukan survey awal di lapangan untuk mengetahui real existing-nya, selanjutnya dibuat spesifikasi hardware yang diperlukan yang meliputi jenis hardware DCS yang digunakan, Software, Communication, dan detail lain dari spesifikasi. Hasil dari spesifikasi hardware ini dibuat ke dalam dokumen. Selanjutnya dokumen tersebut di cross check dengan customer untuk mendapatkan pemahaman bersama antar kedua belah pihak. Setelah itu baru memasuki tahap pengerjaan dari proyek tersebut.

Your guide to Mount Bromo

Hi, this is your guide to go to Mount Bromo

Mount Bromo is located in :

City : Probolinggo, Province : East Java

Your trip is started from your country. Then go to Surabaya, Indonesia through Juanda Airport.

Probolinggo city is about 100 km. You can reach it by bus or train. I recommend you to go by bus.

This is the tariff :

Train : Regular -> IDR 20,000 / USD 2

Executive -> IDR 100,000 / USD 100

Bus : Regular -> IDR 12,000 / USD 1.2

Executive -> IDR 20,000 / USD 2

Then you can go to mount Bromo directly with taxi or regular transport

Taxi : IDR 20,000 / USD 2

When you arrived to Cemara Lawang, you can take a room to stay

Room : IDR 50,000

If you need some help, please feel free to cantact me at : wongelit@yahoo.co.uk

Assalamualaikum Wr Wb

Selamat Datang di rumah saya. Nama saya Rahmat Al Qodri. Sekarang saya masih belajar di jurusan teknik elektro ITS. Insya Alloh, blog ini akan saya isi dengan berbagai macam informasi yang bermanfaat. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.